kulup

Pernahkah Anda mendengar kata Kulup? Kulup merupakan kulit khatan atau dalam bahasa kedokteran disebut preputium. Berdasarkan penelitian hanya terdapat 1 dari 20 anak laki-laki yang baru saja dilahirkan mempunyai kulup yang dapat ditarik, hal ini memberikan fakta bahwa histologis atau jaringan pengembangan pada kulup atau kulit khatan tidak lengkap saat lahir. Lalu sebenarnya mengapa kulup disunat?

Sebelum Anda mengetahui mengapa kulup perlu disunat, ada baiknya Anda mengetahui mengenai sunat terlebih dahulu. Sunat adalah prosedur bedah yang memotong kulit khatan. Pria yang tidak disunat/ dikhitan lebih rentan untuk terserang berbagai penyakit. Hal ini dikarenakan kulit yang tidak disunat dapat menarik bakteri sehingga memudahkan bakteri untuk berkembang biak.

Pengertian Kulup

Kulup dalam bahasa kedokteran disebut dengan preputium atau masyarakat pada umumnya mengenal dengan sebutan kulit khatan. Penelitian menemukan bahwa dari 20 anak laki-laki yang baru lahir, terdapat 1 anak laki-laki yang terlahir dengan kulit khatan yang dapat ditarik. Hal ini membuktikan bahwa jaringan pengembangan kulit khatan atau histologis pada umumnya tidak lengkap ketika lahir.

Jika berbicara mengenai preputium, maka sulit untuk memisahkannya dengan kelenjar, 96% dari anak laki-laki yang baru dilahirkan, pada usia satu tahun, biasanya kulit khatan dapat ditarik kembali. Ini terjadi pada 50% anak laki-laki yang berusia satu tahun. Pada usia 3 tahun, kulit khatan dapat ditarik 80% hingga 90% pada anak laki-laki yang tidak disunat.

Fungsi Kulup

Terdapat beberapa fungsi kulup yang perlu Anda ketahui, antara lain yaitu:

  • Menjaga kelenjar agar tetap lembab
  • Melindungi penis yang berkembang di dalam rahim
  • Meningkatkan kenikmatan saat berhubungan seksual karena pada kulit khatan terdapat reseptor saraf

Faktor Resiko

Apabila kulit khatan tidak dirawat dengan baik, maka akan terjadi infeksi-infeksi yang akan memicu terjadinya penyakit kelamin. Beberapa jenis infeksi kulit khatan, antara lain yaitu:

  • Aposthia, merupakan suatu kondisi dimana saat lahir, bayi laki-laki tidak mempunya kulit khatan. Dengan kata lain bayi telah mengalami sunat ketika berada dalam kandungan
  • Posthitis, merupakan suatu kondisi peradangan yang terjadi pada penis
  • Paraphimosis, merupakan kondisi dimana kulit khatan membengkak seperti cincin sehingga kulit khatan terperangkap di belakang kepala penis
  • Phimosis, yaitu suatu kondisi dimana kulit khatan mengalami ketat pada bagian ujung penis sehingga tidak dapat ditarik hingga melewati kepala penis.
  • Liken lerosus, merupakan penyakit yang munculnya disertai dengan bercak putih, jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan jaringan parut pada kulit kelamin serta daerah sekitarnya.
  • Frenulum, merupakan suatu jaringan elastis yang menghubungkan antara preputium dengan kepala penis.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya infeksi pada preputium yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kelamin adalah dengan melakukan khitan atau sunat atau dalam dunia medis hal ini disebut dengan circumcision yaitu tindakan medis dengan cara memotong atau menghilangkan sebagian atau keseluruhan kulit preputium. Hal ini dilakukan agar patogen atau kotoran penyebab penyakit yang menempel pada ujung preputium yang masih mempunyai preputium dapat segera dibersihkan.

Sunat sangat bermanfaat bagi kesehatan, hal ini dibuktikan dengan evidence based medicine yang mengatakan bahwa sunat dapat mengurangi resiko terkena kanker penis, mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS, mengurangi resiko infeksi saluran kemih, mencegah terjadinya penyakit kutil kelamin yang disebabkan oleh virus human papillomavirus. Selain itu, dengan melakukan khitan, maka dapat terhindar dari berbagai penyakit pada penis seperti phimosis, paraphimosis, candidiasis, praganas dan tumor ganas pada daerah seputar penis.

Tujuan utama melakukan sunar adalah untuk membersihkan diri dari berbagai kotoran atau patogen yang menjadi penyebab penyakit. Kotoran atau patogen kemungkinan dapat melekat pada ujung penis yang masih mempunyai preputium. Saat melakukan sunat, maka sebagian dari preputium akan dibuang sehingga secara tidak langsung mengurangi kotoran yang menempel dan berkumpul pada ujung penis, dan dengan kondisi ini, maka penis dapat dengan mudah dibersihkan sehingga penis menjadi lebih higienis dan bersih.

Jika setelah dilakukan sunat, Anda mengalami kesulitan untuk buang air kecil, maka disarankan untuk segera datang ke dokter untuk dilakukan tindakan yang tepat.

Itulah informasi mengenai kulup, mulai dari manfaat hingga cara mencegah agar kulup tidak menimbulkan infeksi yang dapat menyebabkan penyakit kelamin. Jika Anda ingin mengetahui mengenai informasi ini dengan lebih lengkap, Anda dapat melakukan konsultasi secara online dengan staff kami melalui tombol konsultasi di bawah ini.