Ejakulasi dini parah merupakan keluarkan sekresi cairan sperma yang terjadi terlalu cepat dari waktu yang di harapkan ketika berhubungan seksual. Walaupun pada umumnya hanya dialami kalangan pria, ejekulasi dini bisa membawa dampak buruk bagi wanita. Pengaruh ejakulasi dini pada wanita perlu diperhatikan agar tak mengganggu kondisi keharmonisan hubungan.

Jadi ejakulasi merupakan cairan yang keluar dari organ reproduksi pria, yang pada umumnya dibarengi dengan orgasme. Namun apabila ejakulasi sering terjadi dalam waktu kurang semenit setelah proses penetrasi, pria tak dapat menahan keinginan ejakulasi walau baru penetrasi dan pada akhirnya mereka cenderung menghindari hubungan seksual sebab frustasi dengan keadaannya, kondisi tersebut sering disebut dengan ejakulasi dini parah.

Baca Juga : Apa Itu Ejakulasi Dini Dan Apa Saja Penyebabnya?

Seluruh Kalangan Pria Pernah Alami Ejakulasi Dini


Jadi secara klinis, pria dewasa yang sehat mayoritas akan mengeluarkan sperma setelah kurang lebih 5 menit dari rangsangan seksual pertama atau setelah penertrasi ketika berhubungan seksual. Ejakulasi dini merupakan kondisi yang terjadi ketika pria mengeluarkan cairan di luar kontrol saat ia belum merasa puas. Memang harus di ingat bahwa proses kecepatan ejakulasi dini bisa berbeda antara satu pria dengan lainnya, namun diangnosis klinis impotensi biasanya dilakukan jika mayoritas ejakulasi terjadi kurang dari 1 sampai 2 menit setelah penetrasi pada vagina.

Terdapat banyak penyebab utama ejakulasi dini parah, termasuk masalah kesehatan pada prostat, beberapa kondisi medis seperti diabetes dan stress kronis, dan penggunaan obat resep. Kondisi tersebut tidak menjadi satu-satunya penyebab impotensi. Beberapa kalangan pria memang sensitive sehingga cenderung bergairah.

Teralu bersemangat berhubungan seksual bisa menyebabkan ejakulasi dini. Faktor usian bahkan dapat menyebabkan seseorang terserang impotensi. Faktanya ejakulasi dini parah atau impotensi merupakan kondisi seksual yang sangat umum, impotensi merupakan sebnuah masalah seksual yang sering terjadi pada pria di berbagai rentan usia.

Ejakulasi Dini Bisa Berakibat Buruk Pada Kehamilan?


Ejakulasi dini bukan penyebab utama ketidaksuburan, walaupun kadang dapat menimbulkan masalah bagi pasangan yang mencoba mempunyai keturunan. Banyak pria yang mengalami ejakulasi dini merasa marah, frustasi, gelisah, dan malu karena terlibat dalam kegiatan seksual dan mengganggu kualitas hubungan yang akan memengaruhi kesuburan secara tidak langsung.

Terlepas dari berbagai faktor, waktu yang diperlukan untuk ejakulasi dini parah tidak terlalu penting, selama adanya penetrasi vagina yang cukup. Kapan pun penis masuk kedalam vigina ketika berhubungan seksual tanpa pengaman, serta selama ejakulaasi terjadi dalam vagina, akan ada kemungkinan pasangan Anda hamil. Ini disebabkan sperma pria pada umumnya sudah mengandung hingga 200 juta aktif yang ditembakan ke dunia luar.

Ejakulasi dini pada umumnya merupakan kondisi yang tidak bersifat permanen, sebagian besar mempengaruhi kalangan pria yang belum berpengalaman, atau berada di tahap awal hubungan. Kebanyakan kasus ejakulasi dini disebabkan oleh beberapa hal seperti rasa cemas, stress, atau masalah medis. Cepatnya proses klimaks merupakan kebisaan yang berkembang pada usia muda namun menjadi masalah yang berkepanjangan.

Sperma yang ditemukan dalam air mani jumlahnya hingga jutaan dan bisa meningkat, salah satu dari mereka akan mencapai rahim dan terbentuklah sel telur bagi wanita. Bahkan jika pria menarik keluar sebelum ejakulasi. Jadi ejakulasi dini parah tidak berpengaruh pada keseburan atau kehamilan.

Sekarang saatnya Anda periksakan kondisi tersebut ke Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hubungi kami di 081336361555 untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Sekian kami sampaikan mengenai ejakulasi dini parah, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Begini Loh Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Secara Alami


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikpenyakitkelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.