Gangguan orkitis bisa disebut sebuah kondisi medis, dimana terjadi sebuah peradangan pada testis atau sering disebut buah zakar, baik pada sebagian atau kedua testis. Adanya peradangan tersebut bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri di bagian testis. Penyebab dari penyakit ini bisa berasal dari virus atau bakteri. Jenis virus yang sering menyerang yakni gondongan atau mumps.

Penyakit tersebut bisa mempengaruhi infertilitas pada kalangan pria. Gangguan orkitis sendiri sering dikaitkan dengan infeksi epididimis atau prostat. Ini merupakan manifestasi dari penyakit menular seperti gonore. Penyakit tersebut akan berdampak pada infeksi saluran kemih atau kelainan pada saluran kemih, khususnya mereka kalangan pria berusia lebih dari 45 tahun.

Gejala dari penyakit ini dapat berupa adanya pembengkakan pada area skrotum atau selangkangan di sisi tettis yang terkena penyakit tersebut. Testis menjadi terasa bengkak, berat, dan lunak ketika diraba. Penis pun bisa mengeluarkan nanah dan terasa nyeri ketika buang air kecil, berhubungan seksual atau ejakulasi. Disamping itu, penderita penyakit tersebut akan merasakan demam. Karena penyakit ini bisa mempengaruhi infertilitas bagi kalangan pria.

Maka pengobatan merupakan proses yang wajib di jalankan semua penderita. Biasanya jenis pengobatan yang akan diberikan yakni antibiotik, anti peradangan, dan pereda rasa nyeri. Penderita juga akan mengalami terapi tirah baring yakni proses pengangkatan skrotum lalu kemudian dikompres dengan air es. Sementara proses pencegahannya bisa dilakukan dengan imunisasi gondongan atau melakukan kehidupan seks yang aman, sehat dan terlindungi.

Baca juga: Ternyata Penyakit Orchitis Adalah Pembengkakan Testis, Waspadalah



Pencegahan Terjadinya Gangguan Orkitis

Penanganan yang tepat memang harus dijalankan penderita orkitis, mengingat penyakit tersebut bisa menyebabkan infertilitas pada kalangan pria. Bakteri orchitis yang disebabkan oleh virus bisa di tangani dengan antibiotik. Obat jenis tersebut merupakan senjata paling ampuh untuk membunuh bakteri yang menyebabkan gangguan orkitis.

Obat anti inflamasi bisa menjadi alternatif terbaik bagi seluruh kalangan penderita. Seperti yang sudah dibahas, orkitis merupakan sebuah penyakit radang dan memberi efek nyeri. Maka Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit untuk kendalikan gejala pada orkitis yang disebabkan oleh virus.

Apabila tips diatas merupakan hal yang sulit dilakukan, jadi secara tidak langsung Anda telah memikirkan proses pencegahan. Maka dari itu, segera lakukan vaksinasi bakteri mumps. Sebab proses vaksin akan membantu antibodi yang menjadi lebih kuat melawan penyakit tersebut. Hal lain yang terkait yakni menggunakan alat pengaman atau kondom ketika berhubungan seksual.



Bagaimana Penanganan Orchitis Yang Tepat?

Tak ada obat untuk mengobati virus orkitis, namun kondisi tersebut merupakan self limiting disease yang bisa disembuhkan secara mandiri. Pengobatan gangguan orkitis hanya berfokus pada penggunaan obat yang mudah ditemukan di pasaran, untuk mencegah gejala yang muncul. Menggunakan obat penghilang rasa sakit dan mengangkat testis jika bisa menghilangkan gejala akibat kondisi tersebut.

Orkitis merupakan bakteri yang bisa diobati dengan penggunaan antibiotik, kompres, dan anti inflamasi. Terlepas dari sumber peradangan yang terjadi, pemulihan bisa memakan banyak waktu, bahkan hingga berminggu-minggu. Untuk mempercepat proses penyembuhan, disarankan untuk hindari berhubungan seksual dan melakukan kegiatan seks yang terlalu berat. Untuk mencegah terjadinya infeksi berulang, pengobatan infeksi bakteri memang diperlukan.

Kami merupakan Klinik Utama Gracia siap memberi penanganan terbaik kepada semua kalangan penderita, semua alat yang kami berikan sangat modern. Anda bisa segera menghubungi nomer kami di 085714263063 untuk informasi lebih lanjut. Demikian ulasan lengkap mengenai gangguan orkitis, semoga berikan banyak manfaat.


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikpenyakitkelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.