ciri-ciri impotensi

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi dimana kelamin seorang laki-laki tidak dapat terjadi secara maksimal saat melakukan hubungan seksual. Dengan kata lain penis tidak dapat mengeras alias lembek. Kondisi ini juga disebut dengan lemah syahwat.

Ciri-ciri impotensi tidak dapat dikenali melalui bentuk fisik seseorang saja, namun baru dapat diketahui jika telah melalui pemeriksaan yang menyeluruh dari dokter ahli atau dokter spesialis. Biasanya para pria akan merasa malu untuk mengakui atau membicarakan mengenai masalah ini. Permasalahan akan semakin rumit jika hal ini terjadi pada pasangan yang baru menikah.

Ego yang tinggi pada pria atau suami akan terpancing apabila istri membahas permasalahan mengenai impotensi ini, padahal konsultasi serta komunikasi yang baik dengan pasangan sangat diharapkan untuk dapat memecahkan masalah ini.

Ciri-ciri Impotensi

Ciri-ciri seorang lelaki mengalami lemah syahwat atau impotensi adalah:

  • Kesulitan saat ingin melakukan ereksi saat melakukan hubungan seksual
  • Sulit menjaga kestabilan ereksi pada penis
  • Timbul rasa kurangnya keinginan untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan

Penyebab Impotensi

Umumnya penyebab masalah impotensi terbagi menjadi dua masalah yaitu masalah fisik dan masalah psikis. Masalah fisik yang timbul secara umum penyebabnya antara lain adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
  • Diabetes
  • Obesitas (kegemukan)
  • Meminum obat-obatan tertentu
  • Meminum alkohol

Adapun masalah psikis yang menjadi penyebab timbulnya impotensi ini adalah:

  • Kebimbangan mengenai jenis kelamin
  • Gelisah
  • Kondisi mental
  • Stress
  • Depresi
  • Lelah yang berkepanjangan
  • Perasaan takut untuk melakukan hubungan intim

Menurut penelitian, impotensi terbagi menjadi lima kelompok, yaitu impotensi organik, impotensi psikogenik, impotensi hormonal, impotensi traumatic serta impotensi farmakologik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai lima kelompok impotensi secara klinis:

  • Impotensi organik

Ini merupakan salah satu jenis impotensi yang dikelompokkan menjadi dua yaitu vaskuler dan neuro genik.

 

  • Impotensi psikogenik

Impotensi ini umumnya disebabkan oleh kondisi psikologis seseorang, dimana impotensi ini terjadi tergantung kepada keadaan seseorang. Impotensi jenis ini tidak berlangsung secara permanen, namun hanya bersifat sementara dan terjadinya tidak disetiap waktu saat akan melakukan ereksi.

 

  • Impotensi hormonal

Impotensi jenis ini disebabkan oleh hormonal yang mempunyai gambaran klinis sehingga menimbulkan hilangnya keinginan untuk ingin melakukan hubungan seksual.

 

  • Impotensi traumatik

Impotensi ini di dapat setelah selesai operasi. Terdapat beberapa jenis operasi yang menyebabkan penyakit ini seperti prostatektomi radikal, sistektomi radikal, reseksi abdominal perineal, protatektomi retropublik serta beberapa jenis operasi lainnya.

 

  • Impotensi farmakologis

Hampir semua obat hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi seperti klonidin, reserpine dan metildopa. Dengan pengaruh utama dari obat-obatan tersebut adalah melalui sistem saraf pusat, maka Anda harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih obat yang Anda butuhkan mulai dari sekarang.

Demikianlah artikel mengenai ciri-ciri impotensi serta jenis-jenis impotensi yang biasanya terjadi pada pria. Semoga artikel ini menambah pengetahuan serta bermanfaat bagi Anda.