Jika berbicara mengenai selaput dara, tentunya akan sangat erat kaitannya dengan keperawanan. Hal ini tidak lepas dari pengertian masyarakat pada zaman dahulu, dimana jika ingin mengetahui apakah seorang wanita masih perawan atau tidak, dapat dilihat dari bentuk selaput dara yang dimilikinya. Lalu sebenarnya dimanakah letak selaput dara wanita?

 

Selaput dara mempunyai sejuta arti bagi para wanita, hal ini dikarenakan hampir sebagian besar wanita mempunyai penilaian bahwa selaput dara merupakan sesuatu hal yang tidak ternilai harganya oleh apapun juga.

Walaupun begitu, ternyata  masih banyak beberapa wanita yang rela untuk menjual keperawanannya hanya karena berbagai alasan, terutama masalah uang. Padahal bagi sebagian masyarakat, keperawanan merupakan simbol kesucian bagi para wanita.

Kebudayaan juga amat mempengaruhi pada pandangan masyarakat mengenai arti dari selaput dara, hal itu dikarenakan perbedaan Bahasa serta budaya masyarakat yang dibalut dengan tatanan tradisi turun temurun dari nenek moyang terdahulu. Banyak pembahasan mengenai selaput dara wanita dan jika dijelaskan tentu tidak akan ada habisnya, oleh sebab itu perlu diberikan waktu yang sangat banyak untuk membahasnya.

Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai posisi atau letak selaput dara wanita, dimana saat ini masih banyak para pria dan wanita itu sendiri yang belum mengetahui dimana letak selaput dara.

Letak selaput dara wanita

Berdasarkan penelitian medis, letak selaput dara wanita terletak diantara dua lipatan vulva. Namun, posisi selaput dara tersebut tidaklah benar-benar menutupi pembukaan vagina, akan tetapi hanya menciptakan lipatan sehingga menyebabkan bukaan pada vagina menjadi sangat kecil.

Perlu Anda ketahui bahwa lubang yang terdapat pada pembukaan vagina mempunyai fungsi sebagai tempat keluarnya darah menstruasi, dan perlu Anda pahami juga bahwa bentuk selaput dara antara satu wanita dengan wanita lainnya mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Namun, yang paling banyak ditemui adalah bentuk selaput dara yang berbentuk setengah lingkaran atau jenis annular.

Selaput dara robek akibat aktifitas seks

Banyak masyarakat yang menilai bahwa aktifitas seks merupakan penyebab utama yang mengakibatkan robeknya selaput dara sehingga menyebabkan wanita tersebut sudah tidak perawan lagi. Pendapat tersebut merupakan pendapat yang salah, sebab banyak kegiatan non seks yang ternyata dapat mengakibatkan robeknya selaput dara, seperti menggunakan tampon saat terjadinya menstuasi, menunggangi kuda, aktifitas berat seperti melakukan split, hingga masturbasi dengan cara memasukkan jari ke dalam vagina.

Selaput dara longgar akibat penetrasi

Perlu Anda ketahui bahwa kebanyakan wanita saat melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya, ketika melakukan penetrasi, hal tersebut tidaklah dapat membuat selaput dara Anda menjadi longgar. Hal ini dikarenakan penetrasi penuh yang dilakukan oleh Mr. P hanya terjadi beberapa kali sehingga membuat selaput dara membentang sehingga akhirnya menjadi cukup fleksibel untuk dapat menampung Mr. P.

Terjadinya pendarahan saat pertama kali berhubungan seks

Pada beberapa kasus, hal ini mungkin saja dapat terjadi. Namun, perlu diketahui bahwa dalam melakukan penetrasi pada seorang wanita haruslah dilakukan dengan lembut dan perlahan serta menunggu hingga wanita tersebut telah terangsang.

Selaput dara seorang wanita tidak akan selalu robek dan mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan seks, akan tetapi sebagian besar kaum wanita justru mengalami pendarahan setelah dilakukannya penetrasi ketika pertama kali melakukan hubungan seks.

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 43% wanita saat melakukan hubungan seks pertama kali dirinya mengalami pendarahan, sedangkan bagaimana dengan 57% lainnya? Apakah masih perawan? Tentunya tidak demikian, hal ini dikarenakan keperawanan dapat diartikan bahwa dirinya belum pernah melakukan hubungan seksual.

Itulah beberapa informasi mengenai letak selaput dara wanita serta beberapa fakta menarik lainnya mengenai selaput dara. Jika Anda ingin mengetahui secara lebih lengkap mengenai informasi ini, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan staff medis kami melalui tombol konsultasi di bawah ini.