Klinik Utama Gracia

Get Adobe Flash player

Cara Penularan Penyakit Infeksi Saluran Kemih Melalui Hubungan Seksual

Infeksi Saluran KemihInfeksi saluran kemih (ISK) adalah gangguan berupa infeksi yang terjadi pada sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja baik pria maupun wanita, namun risiko yang lebih tinggi ada pada wanita karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek.

Penyebab utama infeksi saluran kemih adalah bakteri bernama E.coli . Pada wanita, bakteri ini berpindah dari anus ke vagina. Perpindahan ini terjadi adalah karena gerakan membilas vagina dari arah yang salah, yaitu dari arah belakang (anus) ke arah depan. 

Apa saja gejala infeksi saluran kemih?     

Infeksi saluran kemih tergolong penyakit yang mudah dikenali gejalanya. Beberapa gejala yang muncul diantaranya :

• Nyeri saat buang air kecil

• Rasa panas bahkan seperti terbakar saat buang air kecil

• Nyeri pada perut bagian bawah

• Air kencing yang berwarna cenderung keruh dan berbau tajam

• Nyeri punggung pada bagian di bawah iga (lokasi ginjal berada)

• Demam ringan, mual dan muntah           

Sedangkan pada kasus infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri uria asimtomatik, penderita yang mengalami infeksi umumnya tidak mengalami gejala sama sekali. Kondisi ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya, namun jika infeksi terus berkembang dan menyebar, akan menjadi infeksi usus. 

Hal-hal yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih

Penyebab utama infeksi saluran kemih adalah infeksi bakteri. Apabila keadaan saluran kemih normal, seharusnya kandung kemih steril. Namun jika terserang  infeksi, bakteri penyebab penyakit ini berarti tinggal di usus atau kulit dan menjalar ke kandung kemih dan mengakibatkan peradangan di dalamnya.

Beberapa penyebab ISK lainnya adalah :

• Membilas alat kelamin dari arah yang salah saat buang air kecil, yaitu dari belakang (anus) ke arah depan (Vagina)

• Penggunaan kateter urine

• Penggunaan diafragma sebagai alat kontrasepsi

• Hubungan seksual yang tidak aman (tidak menggunakan kondom) 

Selain disebabkan oleh hal-hal diatas, infeksi saluran kemih juga dapat dipicu oleh faktor –faktor lain seperti:

• Penggunaan obat-obatan kemoterapi

• Radioterapi

• Mengidap penyakit tertentu, misalnya batu ginjal, pembesaran prostat, dan peradangan kronis pada saluran kemih

• Akibat penggunaan bahan bahan kimia yang terdapat dalam produk pembersih daerah intim yang dapat menyebabkan infeksi. 

Infeksi saluran kemih juga dapat menular melalui hubungan seksual. Berikut penjelasannya.

Menurut dokter, infeksi saluran kemih dapat ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan seksual yang dimaksud adalah apabila seseorang melakukan hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi saluran kemih, atau apabila melakukan hubungan seksual yang tidak sehat seperti tidak menggunakan kondom dan berganti-ganti pasangan.

Hubungan seksual akan mendorong bakteri yang ada pada vagina masuk ke kandung kemih sehingga dapat menimbulkan penyakit baru. Oleh karena itu, seseorang yang sedang terkena infeksi saluran kemih disarankan agar tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu sampai penyakitnya telah benar-benar sembuh.

Selain dapat menularkan infeksi saluran kemih, hubungan seksual juga dapat memperparah gejala infeksi ini. Bakteri akan lebih mudah menular dan masuk ke dalam saliran kemih saat berhubungan seksual. Jika tidak segera ditangani dengan baik, infeksi akan menyebar ke bagian tubuh yang lebih atas hingga mencapai ginjal dan dapat mengakibatkan komplikasi gangguan ginjal. 

Bagaimana Penanganan Infeksi Saluran Kemih?

Penanganan infeksi saluran kemih harus melalui konsultasi kepada dokter. Dokter akan menanyakan kondisi dan keluhan pasien, melakukan diagnosa, dan sejumlah pemeriksaan fisik guna mengetahui apa penyebab infeksi untuk memberikan penanganan yang tepat kepada pasien.

Diagnosa infeksi saluran kemih baru bisa diketahui jika pemeriksaan tersebut dilengkapi dengan beberapa tes penunjang, antara lain tes sampel urine, sistoskopi, dan USG kemih apabila dibutuhkan.