Pernahkah Anda mendengar mengenai virus HPV? HPV merupakan kepanjangan dari Human papillomavirus. Human papillomavirus adalah sebuah virus yang penyebab penyakit kutil kelamin. Kutil kelamin merupakan salah satu penyakit menular seksual yang terkenal cukup berbahaya.

 

Human papillomavirus adalah virus yang menyebabkan tumbuhnya kutil pada beberapa bagian tubuh dan menurut penelitian virus jenis ini akan berkembang biak pada beberapa sel-sel kulit yang telah mati. Virus ini juga mempunyai lebih dari 100 jenis virus yang serupa.

Dari 100 jenis virus HPV, sebanyak 60 jenis merupakan virus penyebab kutil kelamin yang biasanya akan menginfeksi beberapa bagian tubuh seperti kaki dan tangan, sementara 40 jenis lainnya merupakan virus yang memicu terjadinya kutil kelamin.

Cara penularan human papillomavirus adalah melalui sentuhan langsung antara kulit ke kulit, termasuk juga sentuhan langsung dengan benda-benda yang telah terkontaminasi oleh virus ini. Selain melalui kontak langsung, ternyata virus HPV juga dapat menular melalui hubungan seks yang tidak sehat.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa selain menyebabkan kutil kelamin, ternyata Human papillomavirus juga dapat menjadi penyebab terjadinya kanker, walaupun tidak semua virus HPV dapat menyebabkan terjadinya kanker. Akan tetapi terdapat beberapa jenis virus HPV seperti HPV 18 dan HPV 16 yang sudah dikenal di dalam dunia medis merupakan virus yang cukup berbahaya dan menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker serviks.

Cara mengobati HPV

Banyak kasus kutil kelamin atau kanker serviks yang terjadi akibat virus HPV, hal ini menyebabkan para peneliti untuk terus mencari cara agar dapat mengobati virus HPV ini. Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa terdapat sekitar 70% kasus penyakit kanker serviks disebabkan oleh virus HPV, salah satunya yaitu virus HPV 18 dan HPV 16.

Dengan semakin banyaknya kasus penyakit kanker serviks akibat virus HPV, membuat para peneliti melakukan berbagai macam penelitian hingga akhirnya menemukan dua jenis vaksin yang dipercaya mampu untuk mengobati virus HPV 18 dan HPV 16 ini. Kedua jenis vaksin tersebut telah didistribusikan oleh WHO ke seluruh dunia termasuk Indonesia dengan tujuan agar mencegah penyebaran penyakit akibat virus HPV ini.

Dua jenis vaksin yang telah disebarkan oleh WHO adalah vaksin berjenis bivalen dan kuadrivalen. Dua jenis vaksin ini dipercaya sangat efektif untuk mencegah terjadinya infeksi akibat virus HPV, sehingga diharapkan mampu mencegah penyebaran penyakit kanker serviks. Oleh sebab itu sangat dianjurkan bagi wanita yang telah berusia 11 hingga 26 tahun, serta pria yang telah berusia 11 hingga 21 tahun untuk melakukan vaksinasi HPV. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi dari virus HPV tersebut. Lakukan proses vaksinasi sebanyak tiga kali dalam periode 6 bulan.

Perlu Anda pahami bahwa vaksin tidak dapat melindungi diri Anda terhadap virus HPV yang telah ada di dalam tubuh Anda sebelum dilakukannya vaksinasi. Oleh karena itu cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi sebelum Anda melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Namun, jika Anda telah melakukan hubungan seks, maka satu-satunya cara untuk mencegah agar virus tidak berkembang adalah dengan tetap mendapatkan vaksin.

Efek samping vaksin HPV

Setiap vaksinasi yang dilakukan, tentunya akan mempunyai beberapa efek samping. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab efek samping dari vaksin HPV tidaklah berbahaya. Adapun beberapa efek samping yang biasanya terjadi setelah Anda melakukan vaksinasi yaitu bengkak atau nyeri pada bagian yang telah disuntik, timbulnya alergi, dan merasakan efek seperti hilangnya kesadaran setelah melakukan vaksinasi. Umumnya setelah Anda melakukan vaksinasi HPV, Anda akan mengalami gejala efek samping seperti hilang kesadaran. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menghilangkannya dengan duduk selama lebih kurang 15 menit setelah dilakukannya suntik vaksinasi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai Human papillomavirus yang merupakan penyebab penyakit kutil kelamin dan pemicu terjadinya kanker serviks. Jika Anda ingin mengetahui informasi ini secara lebih mendetail, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan staff medis kami dengan cara mengklik tombol konsultasi di bawah ini.