Penyakit klamidia merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama chlamydia trachomatis. Penyakit tersebut dapat menyerang pria maupun wanita melalui kontak seksual. Klamida bisa menginfeksi serviks atau leher rahim, saluran kencing, mata, anus, dan tenggorokan.

Penyakit tersebut merupakan bakteri yang tidak begitu sulit diobati apabila segera di tangani ketika gejala awal muncul. Namun ketika dibiarkan chlamydia dapat menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius. Sebab penyakit tersebut bisa sebabkan kerusakan serius dan permanen pada sistem reproduksi wanita. Akibatnya wanita yang tersering mempunyai risiko kesulitan hamil.

Seberapa Umumkan Penyakit Klamidia?


Dari beberapa sumber mengatakan terdapat berjuta-juta kalangan yang teserang penyakit ini setiap tahunnya. Kebanyakan kalangan yang terserang berusia 14 sampai 25 tahun. Penyakit klamidia lebih umum dibandingkan gonore atau kencing nanah. Jika Anda merasa terserang infeksi dan mempunyai risiko yang tinggi segera konsultasikan kepada dokter.

Baca Juga : Klamidia Atau Chlamydia Adalah Penyakit Menular Seksual

Kapan Gejala Klamidia Hadir Pada Penderita?


Seorang yang terserang penyakit klamidia mungkin akan memperoleh gejala beberapa minggu setelahnya. Pada beberapa kalangan, gejala tersebut membutuhkan 1 satu 3 minggu lamanya, hingga pada akhirnya muncul, namun banyak kalangan tidak mendapatkan perkembangan gejala lebih lanjut.

Apabila dibiarkan dan tidak diobati pada kalangan wanita, klamidia bisa sebabkan infeksi di bagian uretra atau tempat keluarnya air kencing serta peradangan atau bengkak yang ditimbulkan karena infeksi di bagian serviks. Bisa juga menyebabkan penyakit radang panggul, rahim, dan infeksi pada uterus.

Penyakit radang panggul dapat sebabkan ketidaksuburan atau kehamilam ektopik di kemudian hari. Jika tidak segera diobati pada pria, klamidia bisa sebabkan peradangan pada uretra dan epididsmis atau struktur yang ada pada testikel atau tempat pemindahan sperma.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Klamidia?


Jika Anda berpikir terserang penyakit klamidia atau mempunyai pasangan yang menderita klamidia, tentu perlu melakukan pemeriksaan ke dokter atau klinik ginekologis. Beberapa klinik kesehatan professional akan memberi penanganan serta pengobatan yang tepat.

Dokter pada umunya akan mendiagnosa klamida dengan cara memeriksa urin kalangan yang merasakan tanda dan gejala. Bagi Anda yang terpapar dengan penderita klamidia atau di diagnose penyakit tersebut, dokter akan segera memberi antibotik yang bisa meringankan infeksi selama 7 hari. Seluruh pasangan seksual yang terserang selama 2 bulan terakhir perlu melakukan pemeriksaan dan diobati untuk menyembuhkan virus klamidia, terkadang gejala dan tanda tidak akan muncul.

Jika pasangan seksual Anda melakukan hubungan seksual dalam waktu 2 bulan sebelum gejala muncul, ia pun harus segera melakukan pemeriksaan. Sangat penting bagi penderita klamida untuk mengurangi hubungan seksual sampai memperoleh penanganan dan melakukan pengobatan secara rutin. Jika pasangan seksual Anda menderita gejala penyakit klamidia, segera lakukan pengobatan yang akan membantu menurunkan risiko komplikasi dan akan menurunkan risiko terinfeski kembali.

Jika Anda berhubungan seksual dengan pasangan yang terserang klamidia, bahkan setelah melakukan pengobatan, akan menimbulkan risiko tertular dalam jumlah tinggi. Tentu lebih baik mencegah klamidia dari pada melakukan proses pengobatan, satu-satu cara yang dapat mencegah infeksi yakni tidak melakukan hubungan seksual jenis apapun.

Jika Anda menjalankan hubungan intim selalu gunakan pengaman. Hanya ini proses atau metode yang bisa membantu pencegahan bakteri klamidia. Kami merupakan Klinik Utama Gracia akan membantu seluruh proses pengobatan dengan cara yang tepat dan akurat. Segera lakukan reservasi bersama kami di nomer ini 081336361555. Demikian mengenai penyakit klamidia, semoga bermanfaat.


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikpenyakitkelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.