Klamidia termasuk kedalam penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom, lalu apa gejala penyakit klamidia? Penyakit tersebut bisa menyerang kalangan pria maupun wanita dalam berbagai jenis usia. Namun sebagian besar kasus tersebut dialami wanita berusia muda yang aktif berhubungan seksual. Penyakit tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang semakin serius apabila tidak segera ditangani sampai tuntas.

Bagaimana Tanda Dan Gejala Penyakit Klamidia


Sebagain besar penderita klamidia tidak merasakan gejala apapun ketika masuk dalam fase awal. Namun setelah beberapa pecah, biasanya gejala akan muncul. Walaupun sudah muncul, gejala penyakit klamidia sering diabaikan karena biasanya tidak terlalu parah dan akan segera berlalu. Gejala yang dialami oleh kalangan pria dan wanita berbeda. Satu-satunya gejala yang dialami keduanya yakni rasa nyeri ketika buang air kecil.

Sebagian penderita klamidia tidak akan merasakan gejala dari penyakit tersebut, sisanya akan memperoleh tanda dan gejala. Tanda yang muncul bisa berupa rasa sakit di bagian tetiskel, terdapat sesasi terbakar atau gatal ketika berkemih, keluarnya sekresi cairan berwarna putih yang kental dari ujung penis. Infeksi akan terjadi dan bisa ditularkan walau gejala yang terjadi sudah hilang.

Bagi kalangan wanita, pada umumnya tidak akan memperoleh gejala apapun. Gejala yang muncul dapat berupa pendarahan sesudah berhubungan seksual disertai keluarnya cairan abnormal dari vagina. Selain itu, terdapat juga kalangan yang mengalami menstruasi lebih berat dari biasanya, pendarahan ketika siklus haid, dan terasa nyeri pada perut bagian bawah.

Klamidia tidak hanya dapat menginfeksi alat kelamin saja, namun bisa menyerang mata dan menyebabkan terjadinya konjungtivitis apabila sekresi dari vagina atau sperma terkena mata. Mata yang sudah terinfeksi akan terasa perih, iritasi, bengkak, dan mengeluarkan cairan. Anus pun bisa terserang infeksi dan menyebabkan pendarahan serta rasa nyeri yang tidak nyaman.

Baca Juga : Klamidia Atau Chlamydia Adalah Penyakit Menular Seksual

Penyebab Umum Penyakit Klamidia


Klamidia disebabkan oleh bakteri bernama trachomatis. Penularan gejala penyakit klamidia bisa melalui hubungan seksual dari vagina, anal, dan oral, atau saling bersentuhan secara langsung alat kelamin. Selain itu klamida bisa menular melalui alat seksual yang tak dilapisi oleh kondom baru atau dicuci bersih setelah di aplikasikan.

Cairan seksual yang keluar dari kelamin penderitanya bisa tularkan bakteri tersebut walau tanpa adanya orgasme, penetrasi, atau ejakulasi. Melakukan hubungan seksual dengan banyak kalangan dan berganti-ganti pasangan bisa meningkatkan risiko terjangkit klamidia. Bakteri tersebut tidak akan menular melalui beberapa hal dibawah ini.

• Duduk di toilet yang sama.
• Berpelukan.
• Melalui handuk.
• Peralatan makan.
• Menggunakan kolam renang yang sama.
• Menggunakan kamar mandi yang sama.

Bagi kalangan ibu hamil bisa tularkan klamidia pada bayi yang baru dilahirkan dan akan menyebabkan mata menjadi bengkak serta mudah mengeluarkan cairan, hal ini biasa disebut dengan radang paru-paru. Maka dari itu, ketika rencanakan kehamilan atau awal kehamilan, pastikan Anda tidak mengalami infeksi gejala penyakit klamidia, apabila positif segera ambil tindakan.

Faktor Risiko Penyakit Klamidia

• Pernah mengidap penyakit menular seksual.
• Sering bergonta-ganti pasangan ketika berhubungan seksual.
• Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
• Aktif berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun.
• Terdeteksi infeksi menyakit menular seksual.

Diagnosis Penyakit Klamidia Secara Umum


Jika merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut Anda bisa segera lakukan tanda dan gejala bersama kami di Klinik Utama Gracia yang akan mempermudah semua proses dan berikan penangan yang tepat kepada seluruh kalangan. Lakukan reservasi dengan mudah bersama kami di 081336361555, sekian kami sampaikan mengenai gejala penyakit klamidia, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Kapan Gejala Penyakit Klamidia Mulai Menyerang?


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikpenyakitkelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.