sipilis pada wanita

Sipilis adalah salah satu penyakit menular seksual yang pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Sipilis pada prosesnya dapat menyerang siapapun, kali ini akan dijelaskan mengenai penyakit sipilis pada wanita.

Sipilis atau penyakit raja singa adalah penyakit yang sangat serius, jika dibiarkan akan mengakibatkan kematian pada penderitanya. Selain itu, sipilis dapat menyebar dari seorang ibu yang terinfeksi, kepada janin yang berada dalam kandungannya. Menurut penelitian, sipilis dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran, dan bayi lahir telah dalam keadaan meninggal atau meninggal setelah dilahirkan.

Jika sipilis sudah dapat terdeteksi sejak dini, sipilis dapat dengan mudah diobati. Untuk itu bagi para wanita sangat penting untuk menyadari gejala-gejala sipilis sejak dini agar dapat segera diobati sebagaimana mestinya. Setelah dokter menyatakan sembuh, sipilis tidak akan dapat terulang dengan sendirinya. Tapi, orang tersebut dapat terinfeksi kembali jika mengalami kontak seksual dengan penderita penyakit ini.

Menurut para ahli, sipilis dapat berkembang secara bertahap, dan setiap tahapan gejala yang ditimbulkan selalu bervariasi. Kemungkinan gejala yang ditimbulkan dapat bertumpang tindih antara satu tahapan dengan tahapan lainnya dan tidak dapat diprediksi. Saat ini Anda mungkin saja terkena penyakit sipilis, namun Anda tidak pernah menyadarinya.

Gejala Sipilis pada Wanita

Tahap Pertama

Gejala sipilis pada wanita yang terjadi umumnya akan muncul sekitar 3 minggu hingga 6 bulan setelah mengalami kontak seksual dengan penderita. Beberapa kasus yang pernah terjadi, seorang wanita yang terinfeksi sifilis pada tahap pertama umumnya akan mengalami kondisi seperti munculnya sariawan kemerahan (chancre) pada labia yaitu bibir luar vagina dan di dalam rektum, vagina atau di dalam mulut. Ini merupakan gejala awal dari penyakit sipilis yang sering disebut juga dengan chancre. Sariawan kemerahan atau chancre dapat berkembang mulai dari 10 hingga 90 hari setelah terinfeksi, dibutuhkan waktu sekitar 21 hari setelah infeksi hingga gejala pertama berkembang.

Para pengidap sipilis sering tidak menghiraukan dan tidak menyadari gejala ini, jika sariawan muncul pada bagian dalam leher rahim atau berada di dalam bukaan vagina, maka pembengkakan kelenjar getah bening akan terjadi pada wilayah yang dekat dengan chancre.

Chancre dapat berlangsung selama 3 hingga 6 minggu, bahkan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa dilakukan pengobatan, namun dapat meninggalkan bekas luka tipis. Meskipun chancre telah sembuh, belum menjamin bakteri sipilis hilang, ternyata bakteri sipilis masih berada di dalam tubuh Anda dan dapat menular kepada orang lain. Cara penularan penyakit sipilis dapat dilakukan melalui kontak dengan chancre saat melakukan aktifitas seksual, termasuk ketika melakukan seks oral.

Tahap Sekunder

Pada tahap ini, sipilis pada wanita biasanya akan ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit, ruam ini akan muncul antara 2 hingga 12 minggu setelah chancre berkembang. Ruam yang muncul biasanya terdiri dari lesi kulit datar atau sedikit terangkat yang mempunyai warna cokelat kemerahan, berukuran kurang dari 2 cm, dan terasa padat. Pada umumnya ruam akan muncul pada bagian telapak tangan atau kaki dan akan terlihat seperti ruam pada masalah kulit lainnya.

Ruam serta kutil yang muncul sangat menular, biasanya ruam pada kulit akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua bulan tanpa adanya bekas jaringan parut sama sekali. Setelah proses penyembuhan, akan terjadi perubahan warna kulit, meskipun secara kasat mata ruam pada kulit telah sembuh, namun ternyata jejak sipilis akan tetap ada dan dapat menular kepada orang lain.

Berikut ini adalah gejala yang menunjukkan bahwa infeksi sipilis telah menyebar ke seluruh tubuh:

  • Demam ringan serta suhu tubuh kurang dari 380C
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan atau perasaan tidak nyaman pada tubuh
  • Berat badan mengalami penurunan secara drastis
  • Rambut akan rontok pada beberapa bagian tubuh seperti bulu mata, alis dan rambut kepala
  • Kelenjar getah bening mengalami pembengkakan
  • Gangguan sistem saraf seperti leher yang kaku, sakit kepala, mudah marah, kelumpuhan, refleks yang tidak sama serta ukuran pupil mata yang tidak teratur akan muncul
  • Pada bagian hidung, vagina dan mulut akan muncul bercak-bercak putih
  • Munculnya rasa nyeri pada persendian

Pada tahap ini, gejala sipilis pada wanita akan hilang jika Anda telah menerima pengobatan sesuai dengan tahapannya. Namun jika gejala ini hilang tanpa disertai dengan pengobatan, maka Anda masih terinfeksi dan dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Tahap Laten

Mengetahui gejala sipilis pada wanita pada tahap ini sangatlah sulit, sebab jika gejala tahap sekunder hilang, maka membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 20 tahun untuk beralih ke tahap akhir atau tahap kambuhan.

Pada tahap ini terdapat beberapa sistem organ yang akan rusak, bahkan dapat berakibat fatal. Pada tahap ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak seperti stroke, kebingungan mental dan penyakit miningitis. Terjadi juga kerusakan saraf, jantung, tulang, hati, mata, pembuluh darah dan sendi.

Untuk mendapatkan hasil diagnosa secara akurat pada wanita, hanya dapat dilakukan dengan tes darah, riwayat medis atau dengan kelahiran anak yang mengidap penyakit sipilis kongenital.

Tahap akhir (kambuhan)

Sekitar 20 hingga 30 orang dari 100 orang yang terinfeksi sipilis akan mengalami kambuhan yang terjadi selama tahap laten. Dengan mengalami infeksi kambuhan, dapat dikatakan bahwa Anda telah terbebas dari gejala sipilis, namun akan mengalami gejala lagi. Infeksi kambuhan ini dapat terjadi selama beberapa kali.

Ketika kambuhan sudah tidak terjadi lagi, maka si penderita akan dinyatakan tidak akan menularkan spilis melalui kontak langsung, namun bagi wanita yang masih terinfeksi hingga tahap ini, sipilis masih tetap dapat menularkan penyakit sifilis kepada bayinya. Hal ini akan mempunyai dampak seperti keguguran, bayi dalam kondisi sudah meninggal saat menjalani proses persalinan atau melahirkan bayi yang mengidap gejala sipilis kongenital.

Itulah pembahasan mengenai penyakit sipilis pada wanita. Jika Anda ingin mengetahui mengenai sipilis pada wanita secara lebih mendetail, Anda dapat berkonsultasi secara online kepada dokter spesialis kami dengan mengklik tombol konsultasi di bawah ini.