tes darah

Pernahkah Anda diperintahkan oleh dokter untuk melakukan tes darah? Apa tujuannya dilakukan tes darah?

Tes darah adalah suatu kondisi dimana dilakukan pengambilan sampel darah melalui jari yang ditusuk dengan jarum atau melalui vena di bagian lengan. Sampel darah yang telah diambil kemudian akan dilakukan pengujian di laboratorium untuk diperiksa dan dianalisa.

Pada umumnya tes ini dilakukan untuk tujuan medis, seperti untuk memeriksa fungsi organ, melihat penyakit tertentu yang terdapat di dalam tubuh, mengecek kandungan mineral yang berada di dalam tubuh, tes obat-obatan terlarang, serta untuk melihat efektivitas kinerja obat-obatan yang telah diberikan. Selain hal-hal medis, tes ini juga terkadang dilakukan sebelum seseorang melakukan pernikahan atau disebut dengan tes darah pra nikah.

Mengapa harus dilakukan tes darah?

Darah merupakan media yang membawa nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan dan mengalir ke seluruh tubuh. Produk-produk limbah yang kembali menuju sistem ekresi untuk dilakukan pembuangan juga dibawa oleh darah. Oleh karena itu aliran darah pada tubuh seseorang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh kondisi medis. Karena hal inilah mengapa tes ini dilakukan.

Selain itu, tes ini juga dilakukan untuk memantau aktifitas atau tingkat keparahan yang terjadi pada suatu kondisi. Melakukan pengecekan golongan darah sebelum menerima transfusi darah juga termasuk tujuan dilakukannya tes ini.

Untuk melakukan pengambilan sampel darah, biasanya dilakukan menggunakan teknik venipunktur. Teknik venipunktur adalah proses terjadinya pengambilan darah vena (pembuluh darah kotor) yang terdiri dari sel-sel darah merah dan plasma (cairan diluar sel) dengan menggunakan jarum kecil dan dimasukkan ke dalam tabung. Teknik ini dipakai sebab merupakan teknik yang paling sedikit melukai tubuh. Selain teknik venipunktur, terdapat juga teknik finger stick. Teknik ini merupakan teknik pengambilan sampel yang berupa tetesan darah dengan menggunakan jarum yang sangat kecil (lancet) lalu kemudian dimasukkan ke dalam tabung kapilar.

Jenis-jenis tes darah

Sebelum dilakukannya tes darah, tidak ada salahnya Anda mengenal berbagai macam jenis tes darah serta fungsi-fungsinya, sehingga Anda mengetahui apa tujuan dari jenis tes yang akan Anda lakukan.

  • Pemeriksaan darah lengkap

Pemeriksaan darah jenis ini merupakan pemeriksaan darah yang tidak memberikan hasil yang definitif terhadap suatu kondisi. Akan tetapi, pemeriksaan ini dapat memberikan petunjuk penting kepada dokter mengenai masalah kesehatan yang kemungkinan akan terjadi pada diri Anda. Pemeriksaan jenis ini hanya melihat berapa tinggi dan rendahnya hemoglobin dalam darah, mengetahui berapa banyak jumlah sel darah putih, serta mengetahui tinggi dan rendahnya jumlah trombosit.

 

  • Uji protein C reaktif

Tujuan dilakukannya pemeriksaan darah jenis ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya peradangan. Hal ini sebab protein C rekatif dihasilkan oleh hati, sehingga perlu dilakukan pengecekan mengenai protein C reaktif ini apakah lebih tinggi dari keadaan normal, sebab jika terjadi protein C reaktif ini kadarnya lebih tinggi dari normal, maka dapat dipastikan telah terjadinya peradangan di dalam tubuh.

 

  • Tes elektrolit

Elektrolit atau mineral dalam tubuh mempunyai fungsi untuk menjaga keseimbangan kandungan air yang sehat dalam tubuh, menstabilkan kadar alkali dan asam, serta membantu memindahkan nutrisi ke dalam sel-sel tubuh termasuk limbah yang dihasilkan keluar dari sel-sel tersebut. Elektrolit yang dapat diukur dengan tes ini antara lain yaitu klorida, kalium dan natrium.

 

  • Tes kadar gula

Tes ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan pin prick atau finger stick. Melakukan tes jenis ini merupakan salah satu hal yang paling penting yang Anda harus lakukan secara rutin dan teratur, sebab dengan melakukan pengecekan secara rutin dapat mencegah beragam penyakit yang disebabkan oleh kadar gula yang tinggi seperti diabetes, penyakit ginjal, atau terjadinya kerusakan saraf.

 

  • Tes fungsi tiroid

Tes ini merupakan tes uji sampel darah dengan melihat tingkatan beberapa hormon yang terdapat di dalam tubuh seperti hormon tiroid, triiodotironin dan tiroksin, serta thyroid stimulting hormone (TSH). Pada umumnya tes ini dilakukan sebab dokter mencurigai adanya hormon tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif.

 

  • Tes enzym-linked immunosorbent assay atau ELISA

Tes ini dilakukan untuk melihat apakah di dalam tubuh terdapat antibodi serta untuk memastikan tingkat keparahan infeksi atau adanya sumber paparan yang tidak umum. Hal ini dilakukan sebab jika Anda menderita penyakit infeksi bakteri atau virus atau Anda mengidap alergi sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang spesifik dalam menanggapi alergi atau infeksi tersebut.

 

  • Tes koagulasi

Tes koagulasi dilakukan untuk melihat permasalahan yang terjadi pada penyakti von willebrand dan homofilia. Cara melakukan tes ini adalah dengan mengukur seberapa cepat darah menggumpal.

 

  • Tes sedimentasi eritrosit

Untuk mengetahui seberapa parah peradangan yang terjadi di dalam tubuh seseorang, maka dilakukanlah tes ini. Caranya yaitu dengan melihat seberapa cepat sel darah merah mengendap ke dasar tabung pengujian. Jika semakin cepat sel darah merah mengendap, maka semakin tinggi tingkat inflamasinya. Tes ini biasanya dilakukan untuk mendiagnosa kondisi seperti endokarditis, polymyalgia rheumatica, artritis temporalis, radang sendi dan penyakit Crohn.

Selain beberapa jenis tes di atas, terdapat beberapa prosedur lagi seperti tes genetik, tes golongan darah, tes kolesterol dalam darah, tes gas darah dan masih banyak lagi tes-tes sejenis ini. Jika Anda ingin mengetahui secara lebih lengkap mengenai hal ini, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan dokter spesialis kami dengan mengklik tombol konsultasi di bawah ini.